420 Pekerja Jasa Armada Indonesia Jalani Tes Narkoba

Sedikitnya 420 pekerja PT Jasa Armada Indonesia (JAI), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menjalani tes pengujian kesehatan atas penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang sebagai bentuk upaya peningkatan kinerja dan pelayanan.

Direktur Operasi dan Komersial PT JAI, Capt. Supardi, mengatakan, salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan kinerja dan pelayanan pada masyarakat, pihaknya sengaja menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menguji kesehatan para pekerjanya. Menurutnya, pengujian kesehatan pada karyawan sangat penting, agar nanti didalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, para karyawan dipastikan telah mempunyai mental dan fisik yang kuat dan sehat.

"Terlebih lagi mental atau jiwanya, tentu akan lebih sehat jika terbebas dari narkoba atau obat-obatan terlarang lainnya," terangnya dalam keterangan pers, diterima Minggu (16/4/2017).

Pihaknya sengaja meminta pihak BNN untuk mengadakan pengujian atas penggunaan narkoba terhadap para karyawan dan dilaksanakan secara mendadak tanpa sepengetahuan karyawan sebelumnya. Hasil tes narkoba menunjukkan fakta tidak satu pun dari 420 karyawan peserta pengujian pada Selasa dan Rabu pekan lalu itu yang terbukti menggunakan narkoba.

"Jadi kami memandang kesehatan mental atau jiwa ini sangat penting agar karyawan menjalankan pekerjaannya sebaik mungkin, sebagaimana keahlian yang sudah dimiliki para pekerja," terang Capt. Supardi, yang juga merangkap sebagai Pelaksana Tugas Direktur Armada Dan Teknik PT JAI itu. Menurutnya, selain peningkatan sarana dan prasarana jasa penundaan, untuk kesiapan personel dan infrastruktur, JAI selalu berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan skill para pekerjanya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihaknya telah berkomitmen akan terus berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di PT JAI, salah satunya dengan mengikuti pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dalam bidang teknis penundaan dan permesinan kapal.

"Untuk peningkatan kompetensi, selama ini sudah berlangsung pendidikan dan pelatihannya, sedangkan untuk pengujian tes kesehatan atas penggunaan narkoba oleh BNN mulai berlangsung Selasa dan Rabu lalu, dan akan dilakukan reguler tanpa pemberitahuan," pungkasnya.





(Sumber: Bisnis Indonesia)