Anggota INSA Didorong Manfaatkan Pemanduan Kapal di Selat Malaka

Indonesia National Shipowners Association (INSA) mendorong para pelaku pelayaran nasional untuk memanfaatkan jasa pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura oleh PT Pelindo I.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, mengatakan, pemanduan di Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan satu upaya maju dari Pemerintah Indonesia untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu melayani kegiatan pemanduan kapal di wilayah Selat Malaka.

"Kami mengarahkan pelaku pelayaran anggota INSA supaya kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut memanfaatkan jasa pemanduan Indonesia," kata Carmelita dalam siaran pers, Rabu (17/5).

INSA juga, jelas Carmelita, mendukung upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara sebagai hub internasional. Diharapkan upaya-upaya tersebut dapat meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia.

Seperti diketahui, pemanduan Selat Malaka dan Selat Singapura telah di-launching pada tanggal 10 April 2017 di Batam. Jasa pemanduan yang disediakan oleh PT Pelindo I adalah mencakup lintas Iyu Kecil - Nongsa (70 NM), Horsburgh - One Fanthom Bank (260 NM), Horsburgh - Dumai (220 NM), Horsburgh - Pulau Berhala (425 NM), Horsburgh - Lhokseumawe (540 NM), Horsburgh - Pulau Sabang (680 NM) dan sebaliknya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama pengusaha pelayaran Indonesia dan Singapura mengadakan pertemuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura. Agenda pertemuan tersebut adalah mempromosikan pemanduan di Selat Malaka kepada pelayaran dan operator pelabuhan di Singapura.

Pada pertemuan tersebut INSA menjadi perwakilan dari perusahaan pelayaran Indonesia.

"Pertemuan ini juga membuka peluang bagi pelayaran Indonesia dan Singapura untuk menjalin kerja sama di sektor maritim," kata Carmelita.



(Sumber: Berita Satu)