Bakal Jadi Pasar Terbesar Dunia, Jokowi Dorong Ekspor ke Afrika

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Menteri Perdagangan untuk meningkatkan pasar produk Indonesia ke berbagai negara di benua Afrika. Tidak hanya Indonesia, bahkan dalam KTT G-20 di Jerman, Jokowi juga mendukung upaya anggota G-20 meningkatkan kerjasama perdagangan dengan negara-negara Afrika.

Menjawab alasan itu, Menteri PPN/Kepala Bappennas, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan dalam beberapa tahun ke depan, Benua Afrika akan menjadi pasar terbesar di dunia, mengalahkan Asia yang saat ini mendominasi.

Bambang mengungkapkan, beberapa negara di Asia seperti China dan Jepang ke depan akan menghadapi pertumbuhan penduduk yang negatif. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami negara-negara di Afrika yang pertumbuhan penduduknya tumbuh pesat.

"Jadi dalam 30 tahun ke depan bukan lagi Asian Countries, tapi akan berubah menjadi African Countries. Jadi jangan heran kalau ke depan akan semakin sulit menemukan orang Eropa di jalan," kata Bambang dalam Dialog Kependudukan di kantornya, Selasa (11/7/2017).

Dari kajian Kementerian PPN, dalam 30 tahun ke ke depan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah India, dengan jumlah lebih dari 1,5 miliar juta jiwa. Sedangkan China akan turun ke peringkat ke dua dengan jumlah penduduk 1 miliar juta jiwa.

Yang mengejutkan, menurut Bambang adalah pertumbuhan penduduk di Nigeria. Saat ini Nigeria hanya dihuni tidak lebih dari 200 juta jiwa. Namun dalam tiga puluh tahun ke depan, Nigeria akan menjadi negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke tiga di dunia, dengan total lebih dari 700 juta jiwa.

Tidak hanya Nigeria yang mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan, Pakistan juga akan menduduki negara dengan jumlah penduduk ke enam terbesar di dunia dengan jumlah 351 juta jiwa. "Indonesia ini akan bergeser ke peringkat ketujuh di 2045 dengan jumlah penduduk 306 juta jiwa," tegas Bambang.

Nomor delapan adalah Tanzania dengan jumlah penduduk 303 juta jiwa, Ethiopia 249 juta jiwa berada di peringkat sembilan dan Uganda ada di peringkat 10 sebanyak 213 juta jiwa.

"Makanya antisipatif Presiden sudah perintah khusus kepada Menteri Perdagangan, mulai sekarang namanya promosi dagang dan promosi investasi, kita arahkan juga ke Afrika Karena bagaimanapun penduduk besar itu adalah pasar," tutup Bambang.



(Sumber: www.liputan6.com)