Belum Patok Target, PGN Tunggu Kinerja Kuartal II

Meski sudah menginjak bulan April, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atawa PGN belum memastikan target terkini kinerja tahun 2017. Perusahaan pelat merah itu masih melihat perkembangan pasar hingga kuartal II-2017. Yang terang, tahun ini PGN ingin mencatatkan pertumbuhan kinerja.

"Kami biasanya tunggu perkembangan di triwulan satu dan dua sebelum memberikanupdate mengenai target," kata M. Wahid Sutopo, Direktur PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Jumat (31/3) pekan lalu.

Patut dicatat, pendapatan PGN sepanjang tahun 2016 menyusut 4,56% menjadi US$ 2,93 miliar. Tak cuma top line, bottom line mereka juga menciut. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih tercatat US$ 304,32 juta. Laba bersih itu turun 24,15% ketimbang tahun 2015.

Manajemen PGN menyebutkan, sejumlah kendala menekan kinerja tahun lalu. Mulai dari fluktuasi harga minyak hingga permintaan industri yang belum pulih. Hingga nanti menetapkan target kinerja, agenda sementara penyaluran gas bumi PGN tahun ini mengacu pada pencapaian tahun sebelumnya. Tahun lalu, mereka menyalurkan 1.599 million standard cubic feet per day (mmscfd) gas bumi, atau naik 0,5% ketimbang tahun 2015. Perinciannya, 803 mmscfd gas distribusi dan 796 mmscfd volume transmisi atau pengangkutan gas bumi. Biar rencana berjalan lancar, PGN akan meningkatkan pemanfaatan gas melalui peningkatan infrastruktur.

Perusahaan berkode saham PGAS di Bursa Efek Indonesia tersebut berharap, terjadi pertumbuhan permintaan gas bumi dari sektor industri umum maupun sektor kelistrikan. Selain itu, PGN akan mengerahkan peran anak perusahaan. Tentu saja, mereka akan menyesuaikan dengan bidang usaha setiap anak perusahaannya.

"Saka tahun lalu kinerja positif, ada peningkatan produksinya, diharapkan tahun ini terus berlanjut," jelas Sutopo. Informasi saja, tahun lalu PGN menambah infrastruktur pipa gas sekitar 252 kilometer (km). Total panjang infrastruktur pipa gas hingga akhir tahun 2016 tercatat sekitar 7.278 km. PGN mendekap 165.392 pelanggan rumah tangga dan 1.652 pelanggan industri manufaktur berskala besar maupun pembangkit listrik.





(Sumber Foto: PGN, Sumber Berita: Kontan)