Bertemu Dubes Jepang, Basuki Bahas 6 Proyek Kerja Sama

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Masafumi Ishii. Dalam pertemuan tersebut dibahas lima kerja sama yang telah berjalan dan satu kerja sama baru. Kerja sama baru yang akan dilaksanakan yaitu bantuan sistem keamanan untuk Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kerja sama berupa hibah senilai 500 Yen atau setara Rp 59,5 miliar itu menggunakan skema Non Project Type Grant Aid (NPGA). Pemerintah Jepang menawarkan bantuan peralatan pendeteksi wajah dalam rangka kerja sama pencegahan terorisme.

"Terutama untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Stadion Utama GBK yang memiliki 60.000 tempat duduk, dapat dideteksi hanya dalam hitungan detik,” kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Selasa (30/5/2017).

Kerja sama kedua yang dibahas yaitu mengenai kelanjutan pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban. Jalan akses tersebut dirancang sepanjang 8,1 kilometer dengan 4 lajur dan 2 arah dengan nilai konstruksi Rp 1,12 triliun.

“Kementerian PUPR ditugasi menyiapkan akses ke Patimban dari Tol Cipali. Pada kuartal pertama tahun 2019 ditargetkan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Pelabuhan Patimban rencananya akan dioperasikan secara bertahap. Mulai dari soft opening pada Maret 2019, dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2027. Kerja sama berikutnya yang dibahas yaitu terkait pembangungan Jakarta Sewerage System atau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari pinjaman Pemerintah Jepang.

Dari 15 zona, ada dua zona yang akan dibangun dengan bantuan Pemerintah Jepang, yaitu zona 1 dan 6. Proyek ini diharapkan dimulai pada tahun 2018 dan selesai pada 2022. Pada zona 1 yang berlokasi di Pluit, IPAL yang dibangun akan memiliki kapasitas 198.000 meter kubik per hari dengan cakupan layanan 4.901 hektar.

Sementara Zona 6 yang berlokasi di Duri Kosambi dengan kapasitas 282.000 meter kubik per hari dengan total cakupan layanan 5.875 hektar. Kerja sama keempat yaitu pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang merupakan proyek jalan tol dalam kota Bandung. Terdiri atas empat paket yaitu Pasteur-Pasupati (1,5 kilometer), Soekarno Hatta-Gedebage (2 kilometer), Kopo-Leuwipanjang (1,3 kilometer) dan Kiara Condong-Buah Batu (1,3 kilometer).

"Saat ini sedang dilaksanakan penyusunan MoU antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian PUPR terkait dengan pembebasan lahan," kata dia.

Berikutnya, proyek Bali Beach Conservation Project Phase II, yang akan dibangun di empat lokasi yaitu Pantai Legian-Seminyak di Kabupaten Badung, Pantai Candidasa di Kabupaten Karangasem, Tanjung Benoa dan Pantai Nusa Dua di Kabupaten Badung dengan total nilai pinjaman 1,1 Miliar Yen atau sekitar Rp 1,2 triliun. Tujuan utama dari Konservasi Pantai adalah mengembalikan kondisi pantai yang tergerus ombak sehingga tidak mengakibatkan berkurangnya garis pantai.

"Keenam adalah kerjasama untuk Modernisasi Daerah Irigasi Rentang dan Daerah Irigasi Komering, serta terakhir adalah pengendalian banjir di Solo atau Lower Solo River Improvement Project Phase II," kata dia.



(Sumber: Kompas)