BI Siapkan Infrastruktur Penyaluran Subsidi Energi via Kartu

Penyaluran subsidi energi listrik dan LPG 3 kilogram akan dilakukan secara terintegrasi dalam bantuan sosial melalui sistem pembayaran non tunai. Program tersebut rencananya akan direalisasikan pada Februari tahun depan.

Bank Indonesia saat ini sudah menyiapkan infrastruktur untuk penyaluran subsidi tersebut. Bank sentral sudah menyiapkan agen-agen penyalur yang merupakan layanan keuangan digital dan laku pandai.
 
"Perbankan sudah siap, agen di bawah BI dan OJK sudah 150 ribu disiapkan untuk seluruh Indonesia," kata Direktur Program Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan BI, Pungky Purnomo Wibowo, usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (20/6).

Sementara untuk jumlah kartu, Bank Indonesia menyiapkan 25,7 juta kartu sesuai data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TNP2K). Namun penyalurannya masih harus menunggu integrasi data dari Kementerian Sosial, Kemenko PMK dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Dari sisi pembayaran perbankan kita siap, permasalahannya data itu harus cepat, harus valid, karena agar subsidi tepat guna dan tepat sasaran," ujarnya.

Adapun bantuan sosial akan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu tersebut merupakan kombinasi dompet elektronik atau e-wallet.

"Jadi di kartu itu ada dua rekening, satu tabungan, satunya e-money. Masing-masing bisa buat macam-macam dompet untuk bantunan pangan non tunai, program keluarga harapan, listrik, LPG semua jadi satu. Tapi e-wallet ini enggak bisa belanja macam-macam, kita sudah kunci dengan sistem pembayaran," tuturnya.

Alokasi subsidi LPG dan listrik diarahkan untuk sasaran kelompok 40 persen masyarakat terbawah. Sedangkan Rastra (beras sejahtera) untuk 25 persen masyarakat terbawah.




(Sumber: Kumparan)