Cikarang Dry Port Akan Buka 5 Pelabuhan Baru

Setelah sukses menjalankan Cikarang Dry Port (CDP), PT Cikarang Inland Port berencana untuk membuka beberapa dry port di lokasi lain.

Benny Woenardi Managing Director Cikarang Inland Port mengatakan pihaknya berencana untuk membuka empat hingga lima dry port baru di beberapa daerah. Salah satunya di Balaraja, Banten.

Dry port yang akan didirikan di Balaraja tersebut akan bekerjasama dengan pengembang properti di wilayah itu.

"Tapi saat ini masih dalam tahap pembicaraan, jadi saya belum bisa bilang detail," katanya, Jumat (7/7).

Begitupun dengan empat lokasi lainnya yang saat ini dalam tahap kajian. "Ini strategi kami supaya harga lahannya tetap terjaga," ujar Benny.

Oleh sebab itu, investasi yang akan dikeluarkan oleh Cikarang Inland Port untuk pembangunan dry port di masing-masing lokasi akan berbeda-beda, tergantung dari harga tanah.

"Investasinya berkisar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun per dry port. Investasi itu hanya sekitar 30-40% pembangunan di sea port," kata Benny.

Yang pasti, dengan bertambahnya jumlah dry port, akan membuat distribusi dan jaringan logistik Cikarang Inland Port semakin terintegrasi dan dapat menambah pelayanan kepada konsumen dalam mengatur pengiriman barang.

Menurut Benny, saat ini, sudah banyak perusahaan yang melakukan ekspor impor menggunakan jasa CDP. Hal itu bisa dilihat dari pertumbuhan bisnis CDP yang mencapai 30% setiap tahunnya.

Bahkan khusus untuk segmen ekspor, pertumbuhannya mencapai 400%. Pertumbuhan tersebut terutama datang dari perusahaan otomotif yang mengekspor produknya.

Saat melakukan pemaparan mengenai dry port di konferensi The 15th ASEAN Ports and Shipping, Kamis (6/7) kemarin, banyak peserta dari negara lain yang tertarik dengan konsep dry port yang dilakukan oleh CDP. Apalagi CDP merupakan dry port pertama di ASEAN yang telah mengantongi kode pelabuhan internasional.

"Cukup satu dokumen, ekspor impor sudah bisa dilakukan. Kemudahan seperti itu penting bagi pelaku bisnis," katanya.

CDP juga memiliki pengiriman barang dari dan ke Tanjung Priok dengan menggunakan kereta api, sehingga mempercepat arus barang. Jadi, saat pelarangan operasional truk saat arus mudik dan arus balik pada Lebaran kemarin, pengiriman barang di CDP yang menggunakan moda kereta api tetap berjalan.




(Sumber Foto: Kontan, Sumber Berita: www.kontan.co.id)