ESDM Catat PNBP Minerba Sudah Rp 12,05 Triliun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di 2017.

Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono mengatakan, hingga kuartal I-2017 telah berhasil mengumulkan PNBP sebesar Rp 12,05 triliun atau 37,1% dari target sekitar Rp 32,48 triliun."Jadi sampai dengan kuartal I tahun ini PNBP di sektor minerba mencapai Rp 12,05 triliun atau 30-an persen," kata Bambang di Ruang Banggar, DPR, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Dari total Rp 32,48 triliun target PNBP di 2017, jika dirinci untuk iuran tetap mineral sebesar Rp 697,3 miliar, iuran tetap batubara sebesar Rp 758,0 miliar, sehingga totalnya Rp 1,455 triliun. Sedangkan dari royalti mineral sebesar Rp 3,19 triliun, royalti batubara sebesar Rp 27,83 triliun atao totalnya Rp 31,02 triliun.

Sedangkan jika dirinci hingga kuartal I-2017, Bambang menyebutkan untuk SDA mineral batubara telah mencapai 41% atau Rp 7,2 triliun dari target 17,7 triliun, sedangkan pendapatan iuran tetap telah mencapai Rp 269,2 miliar atau 18,5% dari target Rp 1,4 triliun.

Untuk pendapatan royalti hingga kuartal I-2017 telah mencapai Rp 7,0 triliun atau 43% dari target yang sebesar Rp 16,2 triliun. Dari PNBP lainnya yakni penjualan hasil tambang telah mencapai Rp 4,7 triliun atau 32,3% dari total Rp 14,7 triliun.

Tidak hanya itu, Bambang juga melaporkan bawha PNBP sektor panas bumi hingga Mei 2017 telah mencapai Rp 257,99 miliar atau 39,11% dari total target yang sebesar Rp 669,57 triliun.Dari Rp 669,57 triliun jika dirinci target dari Wilayah Kerja Panas bumi eksisting (WKP) sebesar Rp 639,49 triliun dengan capaian sampai Mei 2017 mencapai Rp 240,13 miliar atau 37,55%. Lalu ada juga dari WKP IPB yang targetnya sebesar Rp 20,08 miliar dan sampai Mei 2017 telah mencapai Rp 17,86 milliar atau 89,00.





(Sumber: Detik Finance)