Indonesia-Vietnam Genjot Industri Batu Bara

Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi menyebutkan bahwa dalam empat bulan ini, Indonesia sudah mengekspor batu bara lebih dari 1,5 juta ton ke Vietnam. Rencananya, tahun ini Indonesia akan menambahkan ekspor batu bara mencapai 4,5 juta ton. Menurutnya, permintaan batu bara ke Vietnam sangat besar seiring meningkatnya permintaan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Tahun ini Indonesia menargetkan ekspor batu bara ke Vietnam mencapai 4,5 juta ton,” kata Ibnu dalam keterangan tertulisnya. Jakarta, Senin (19/06).

Berdasarkan data dari perusahaan operator listrik terbesar di Vietnam, Electricity Vietnam (EVN) , batu bara menyumbang 30 persen dari total listrik nasional yang mencapai 42.000 MW.

Sebagai informasi, Vietnam sudah mengimpor 680.000 ton baru bara dari luar negeri pada 2016 lalu. Angka tersebut akan terus meningkat seiring gencarnya pemanfaatan energi panas untuk listrik (termoelektrik). Sedangkan, di tahun yang sama, Vietnam mengimpor batu bara dari Indonesia 2,9 juta ton. Hal itu menunjukkan bahwa permintaan batu bara Indonesia dari Vietnam cukup tinggi.

“Selama 4 bulan awal tahun 2017 saja, volume ini telah mencapai lebih dari 1,5 juta ton, memberikan pendapatan sebesar 108 juta dolar AS pada nilai perdagangan bilateral antara dua negara,” imbuhnya.

Sementara, Indonesia dan Vietnam akan terus menggenjot kerjasama antar kedua negara di bidang industri, khususnya batu bara. Kerjasama tersebut, dilakukan dalam forum “Kerjasama dan Bisnis di Bidang Perbatubaraan Indonesia-Veitenam,” di Hanoi, Vietnam, Jumat (16/06/2017).

“Forum ini termasuk dalam upaya mencapai nilai perdagangan bilateral antara dua negara sebanyak 10 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2018. Salah satu di antara barang-barang ekspor unggulan dari Indonesia ke Vietnam ialah batu bara,” pungkasnya.



(Sumber: www.laporannews.com)