Investor Asing Minati Proyek Tol Hingga Listrik RI

Pemerintah gencar mengajak swasta untuk ikut berinvestasi dalam membangun infrastruktur di Indonesia. Berbagai skema disiapkan oleh pemerintah guna mencukupi biaya kebutuhan pembangunan infrastruktur hingga tahun 2019 mendatang, mulai dari kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), pembiayaan investasi non anggaran pemerintah (PINA), hingga investasi yang dibiayai murni oleh swasta.

Menteri Perencana Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengaku, proyek-proyek KPBU milik Indonesia kini telah semakin diminati oleh investor, termasuk luar negeri. Bahkan beberapa di antaranya merupakan pendatang baru, alias jarang berinvestasi di bidang infrastruktur di Indonesia.

"Minat sudah mulai kelihatan mulai dari Kanada, Belanda. Tapi kan mereka pendatang baru di Indonesia, dan investasi infrastruktur pun barang baru di Indonesia, maka pasti dibutuhkan waktu untuk menemukan partner yang tepat," katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (2/6/2017).

Untuk mendorong partisipasi para pendatang baru ini, Bambang mengaku saat ini pemerintah akan fokus untuk memastikan para investor yang akan berinvestasi untuk bisa bertemu dengan partner yang tepat di Indonesia. 

"Jadi kan mereka investor. Bagaimana mereka menemukan investi yang tepat di Indonesia, sehingga ketika ketemu investi yang tepat, transaksinya jadi. Biasa kan kalau orang pendatang baru, dikasih pengalaman yang jelek, dia akan stay away. Makanya ini yang perlu kita perhatikan sekarang. Kita lebih baik pelan-pelan, kita dorong berapapun lah mulai dari yang kecil-kecil dulu," ungkapnya.

Investasi di bidang jalan tol dan pembangkit listrik pun menjadi idaman para investor baru ini. Hal ini disebabkan oleh kepastian pengembalian investasi yang lebih terjamin di sektor ini.

"Kalau dari mereka, yang enggak usah mikir panjang, jalan tol dan pembangkit listrik. Pembangkit listrik kan sudah pasti, ada PLN yang jadi off taker dan akan dibeli listriknya. Tapi jalan tol juga enggak semuanya, tapi yang di Jawa, apalagi di daerah kota-kota besar," pungkasnya.




(Sumber Foto: SindoNews, Sumber Berita: Detik Finance)