Jonan Janjikan Percepatan Perizinan Hulu Migas

Mengusung tema Mempercepat Reformasi untuk Menarik Kembali Minat Investasi demi Target Pertumbhan Ekonomi, Konvensi dan Pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition ke-41 kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (17/5). Dalam pidato sambutannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah berupaya keras untuk terus menggairahkan kembali investasi migas di tengah kondisi harga minyak yang belum membaik.

"Tantangan dari industri ini bukan saja biaya operasional. Kita masih harus menghadapi tantangan rendahnya harga minyak global," kata Jonan.

Industri migas, kata Jonan, merupakan pendorong utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya, lanjut dia, pemerintah terus berusaha untuk melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kemudahan proses bisnis di Indonesia.

"Deregulasi dengan cara mengurangi jumlah perizinan serta reformasi birokrasi dilakukan demi untuk mendorong investasi di Indonesia," ujar Jonan.

Berkurangnya dana investasi global, kata Jonan, dikarenakan jatuhnya harga minyak dalam 3 tahun terakhir. Karenanya, lanjut dia, perusahaan minyak didorong untuk menjadi lebih kompetitif dan efisien untuk menghadapi situasi bisnis. "Meskipun kontribusi sektor migas menurun, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi industri in merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi katalisator perkembangan daerah melalui efek bergandanya," jelasnya.

Sementara itu, Presiden IPA, Christina Verchere, kembali menekankan kontribusi signifikan dari industri hulu migas di samping memproduksi energi dan menghasilkan pendapatan bagi negara.

"Industri migas dikombinasikan dengan berbagai sektor pendukungnya memiliki efek berganda yang sangat besar bagi ekonomi Indonesia. Karena itu membuat Indonesia menjadi kompetitif dan atraktif bagi investasi harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia," kata dia.

Sayangnya, kata Christina, dampak ekonomi tersebut terhalang oleh beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri hulu migas seperti ketidakpastian hukum, aturan fiskal yang tidak kompetitif, reformasi regulasi dan biaya investasi, rasio penggantian sumber migas yang rendah, investasi yang lambat dalam infrastruktur gas serta rendahnya minat dalam blok baru yang ditawarkan pemerintah Indonesia.

"Investasi untuk melakukan kegiatan eksplorasi sumber migas baru sangat penting dilakukan demi mencapai ketahanan energi Indonesia di masa mendatang," ujar Christina.

Hal ini, kata dia, sangat mendesak untuk dilakukan karena Indonesia harus bersaing secara global untuk mendapatkan investasi. "Bila Indonesia ingin menarik perhatian perusahaan-perusahaan migas yang kompetitif maka Indonesia harus dapat menawarkan imbal balik yang juga kompetitif," tambahnya.

IPA bekerjasama dengan pemerintah akan terus meningkatkan efisiensi industri serta menetapkan prioritas yang dibutuhkan untuk reformasi demi untuk memberikan nilai dan hasil terbaik bagi rakyat Indonesia. "Bersama pemerintah, kami akan terus bekerja untuk menarik kembali investasi ke Indonesia demi mencapai target pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.




(Sumber Foto: Berita Satu, Sumber Berita: www.beritasatu.com)