Kadin Minta Tol Laut Disinergikan Dengan Rute Garapan Swasta

Kamar Dagang dan Industri atau Kadin menilai program tol laut yang sudah berjalan dua tahun perlu selaras dengan rute-rute yang digarap swasta. Selain menciptakan iklim usaha yang sehat, sinergi juga bakal membuat beban subsidi menjadi efisien.

Asmary Herry, Ketua Komisi Tetap Sarana dan Prasarana Perhubungan Kadin menjelaskan rute tol laut yang ada saat ini kerap bersinggungan dengan jalur yang sudah dirintis oleh operator swasta. Akibatnya, maskapai pelayaran swasta kalah bersaing karena tarif dari operator tol laut lebih rendah. Untuk diketahui, tarif tol laut disubsidi pemerintah.

“Seharusnya pemerintah tidak kaku menetapkan jalur tol laut dan kapal yang dijadikan sarananya. Sinergikan saja, dengan demikian tidak perlu pemerintah membangun 100 kapal baru khusus tol laut,” tuturnya Herry dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, Senin (7/8/2017).

Herry optimistis, sinergi rute tol laut dengan pelayaran swasta bakal memberikan tiga benefit sekaligus. Pertama, subsidi lebih terarah. Dia mencontohkan, untuk rute tol laut Surabaya-Ambon-Pulau Buru, pemerintah bisa memberikan rute tersebut untuk operator yang sudah melayani rute Surabaya-Ambon. Selanjutnya, subsidi diberikan untuk angkutan dari Ambon ke Pulau Buru.

Menurut Herry, subsidi tol laut terbilang besar. Tahun ini saja pemerintah menggelontorkan subsidi hingga Rp380 miliar. “Mau sampai kapan pemerintah kuat memberikan subsidi? Begitu dana kurang, subsidi dipotong, padahal pemerintah harus melayani ke daerah yang tidak komersial,” ujar Herry.

Selain menghemat anggaran untuk subsidi, sinergi tol laut dengan swasta juga bakal memberdayakan operator swasta yang sudah ada. Sinergi juga menjaga kompetisi 



(Sumber: Bisnis Indonesia)