Menperin: Infrastruktur Tentukan Daya Saing Kawasan Industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, daya saing kawasan industri ditentukan oleh tersedianya infrastruktur terintegrasi, terutama energi seperti gas dan listrik. Selain itu, yang tidak kalah penting juga perlu adanya harga lahan yang kompetitif.

“Keunggulan kawasan industri tergantung dengan infrastruktur dan harga, karena kita bersaing dengan kawasan industri di negara lain, terutama di Asean,” kata Airlangga, Selasa (1/8).

Untuk itu, menurut Airlangga, pembangunan kawasan industri perlu peningkatan konektivitas antar infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api, serta infrastruktur energi, yakni gas dan listrik. Selanjutnya, Selain itu, perlu juga adanya pedoman referensi harga jual atau sewa kaveling bangunan di kawasan industri. Langkah ini bisa terlaksana dengan kerja sama antara pengelola kawasan industri bersama pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan terkait.

“Penguatan daya saing kawasan industri juga dipacu melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja. Oleh karena itu, kami tengah memfasilitasi pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri khususnya luar Jawa,” papar Airlangga.

Dia menjelaskan, pembangunan kawasan industri merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri untuk mewujudkan Indonesia Centris. “Pemerintah telah menetapkan sebanyak 23 kawasan industri masuk daftar proyek strategis nasional sehingga pengembangannya diprioritaskan,” ujar dia.

Airlangga mencatat, total kawasan industri yang terus didorong pembangunannya sebanyak 27 kawasan industri, dimana delapan kawasan industri sudah mulai beroperasi, sembilan kawasan industri masih tahap konstruksi, dan sisanya 10 kawasan industri sedang dalam penyelesaian perencanaan.

Dia mengungkapkan, kawasan industri yang sedang tahap konstruksi diperkirakan dalam kurun waktu 2-3 tahun akan beroperasi. Sementara itu, kawasan industri yang dalam tahap perencanaan, diperkirakan 1-2 tahun ke depan sudah memasuki tahap konstruksi.

Kawasan industri di luar Jawa yang sudah beroperasi, meliputi Kawasan Industri Palu, Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara, dan Kawasan Industri Dumai, Riau.



(Sumber: Berita Satu)