Peningkatan Volume Pelabuhan Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong pelabuhan meningkatkan volume lalu lintas muatan kargo. Sebab, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi ukuran utama kinerja suatu pelabuhan. 

"Peningkatkan volume pelabuhan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Harapannya, pertumbuhan ekonomi bisa menjadi 5,7% atau 5,8%,” ujar Menhub dalam keterangan resmi Menhub dalam keterangan resmi, Selasa (16/5).

Hal itu juga disampaikan pada ajang International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Port Conference ke-30 di Bali, belum lama ini. Menhub menegaskan, semua pelabuhan memiliki konektivitas. Cara membandingkan masing-masing pelabuhan adalah dengan melihat peningkatan volume. "Jadi, jika ada pelabuhan dikatakan baik, tetapi tidak ada peningkatan volume, itu omong kosong," tegas Menhub.

Dia melanjutkan, upaya peningkatan volume pelabuhan harus didorong dengan meningkatkan berbagai pelayanan pelabuhan, seperti peningkatan keamanan, pelayanan kepada para pemangku kepentingan.

Budi Karya juga mengungkapkan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada perusahaan pelayaran dan produsen agar dapat meningkatkan volume. "Ada shipping line dari Prancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan Tanjung Priok kepada masyarakat,” ujar dia.

Budi Karya melihat kedatangan kapal tersebut sebagai kemampuan Pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Pelabuhan Tanjung Priok. Lebih lanjut dia juga menerangkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar perusahaan pelayaran asing semakin tertarik untuk datang. Salah satu terobosan lain yang diapresiasi oleh menhub adalah jalur air darat (waterway) yang dirancang Pelindo II.

“Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Pelindo II), saya pikir ini proyek yang bagus, membantu mengurai permasalahan (transportasi) di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus,” jelas Budi Karya. 



(Sumber Foto: Berita Satu, Sumber Berita: www.beritasatu.com)