Port of Rotterdam Dipastikan Terlibat Pengerjaan Kuala Tanjung

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyebutkan, operator pelabuhan asal Belanda, Port of Rotterdam, sudah memberikan kepastian untuk turut terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara (Sumut).

"Tentang Kuala Tanjung, Port of Rotterdam sudah menulis surat kepada kami tentang kesanggupannya untuk mengelola pelabuhan tersebut. Jadi sudah kami bicarakan, tidak hanya mengelola tapi berinvestasi juga," jelas Budi di Jakarta, Senin (5/6).

Lebih lanjut, kata Budi, antara Port of Rotterdam dan pihaknya pun sepakat untuk menggandeng entitas-entitas lainnya dalam membangun dan mengoperasikan Pelabuhan Kuala Tanjung. Hal tersebut diperlukan karena rencana pengembangan pelabuhan di bawah tanggung jawab PT Pelindo I itu, ke depannya sangatlah besar.

"Tapi kami sampaikan kita butuh partner dari timur, seperti dari Tiongkok dan Port of Rotterdam setuju. Kuala Tanjung besar sekali dan juga ada beberapa selain pelabuhan, ada kawasan ekonomi khusus (KEK)," jelas Budi Karya.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah pula membicarakan rencana pengelolaan dan pengembangan Kuala Tanjung dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN agar pelabuhan tersebut bisa menjadi prasarana modern yang berdaya saing tinggi.

Sebelumnya, Budi Karya memang meminta kepastian kepada Port of Rotterdam terkait rencana keterlibatannya dalam membangun Kuala Tanjung.

Dia sempat memberikan, ultimatum apabila hingga akhir Mei 2017, perusahaan asal Belanda itu tidak memberikan kepastian, maka pemerintah bersama Pelindo I akan mencari investor lain.



(Sumber: Berita Satu)