Regenerasi di PT Djakarta Lloyd (Persero)

Internal

Pergantian kepemimpinan di perusahaan BUMN kembali terjadi. Setelah sehari sebelumnya terdapat acara di Kementerian BUMN. Kini, pergantian itu dilaksanakan internal kantor PT Djakarta Lloyd (Persero) pada Rabu siang (15/3/2017) pekan ini. Suasana pergantian itu dibawa santai dan kekeluargaan.


Komisaris Utama PT. Djakarta Lloyd (DL), Mariono, menceritakan kepemimpinan PT. Djakarta Lloyd semasa dipegang oleh Arham Sakir Torik itu baik. Ia menjelaskan bahwa berkat mantan Dirut PT. Djakarta Lloyd itu, kini perusahaan masih berjalan dan masih dapat dipertahankan oleh pemerintah yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, jika bukan karena mantan Dirut tersebut, maka PT. Djakarta Lloyd akan masuk daftar hitam oleh pihak BUMN.


“Secara resmi sudah dilakukan kemarin di BUMN. Banyak cerita dengan Pak Arham. Mulai dari gedung yang lama sampai yang sekarang. Dulu di dalam lingkungan Djakarta Lloyd susah membedakan mana lawan mana kawan. Tapi berkat niat baik terutama Pak Arham, Pak Syahril, Tuhan bisa mengabulkan. Kita hidupkan kembali DL seperti kejayaan dulu,” katanya di gedung Vinilon, jalan Raden Saleh Raya Jakarta.


Ia menyarankan kepada direksi yang sudah pensiun untuk tetap memberikan masukan dan saran, agar PT. Djakarta Lloyd bisa berjaya kembali di masa yang dulu.
Perlu diketahui, PT. Djakarta Lloyd pernah mengalami kejayaan di tahun 1970 hingga 1980-an, dimana seluruh angkutan barang di sektor kelautan dikuasai oleh PT. Djakarta Lloyd. Namun, pada tahun 1990 perusahaan BUMN itu mengalami penurunan. Karena pada waktu itu, banyak kapal-kapal asing yang boleh masuk oleh pemerintah Indonesia untuk bebas mengangkut barang ekspor dan impor.


Sementara itu, Mantan Dirut PT Djakarta Lloyd, Arham Sakir Torik menjelaskan, saat pertama kali menjabat direktur utama di DL, perusahaan tersebut sedang mengalami penurunan. Namun, lanjutnya, apa yang ia upayakan selama di DL menjadi sebuah kebanggaan bagi dirinya. Pasalnya, perjuangan itu menjadi sebuah pengalaman yang ia rasakan.


“Saya bangga jadi bagian Bapak-bapak sekalian. Sebagian besar dari karyawan adalah hasil dari proses restrukturisasi karyawan. Pada saat saya masuk, ini perusahaan sedang kolaps,” tutur mantan Dirut PT. Djakarta Lloyd itu.


Ia menambahkan bahwa tidak rela jika perusahaan BUMN itu mengalami kolaps. Ia pun siap akan membantu DL jika dibutuhkan. "Saya nggak rela kalau perusahaan ini harus jatuh. DL harus hidup. Demi Allah saya cinta DL. Kalau DL butuh bantuan, saya akan bantu,” ujarnya sedikit bersedih.


Oleh karena itu, ia menyarankan kepada seluruh karyawan DL, untuk tetap bekerja lebih keras lagi. Ia juga menyarankan kepada seluruh karyawan untuk mendukung penuh terhadap pimpinan baru DL. Pasalnya, pimpinan baru DL saat ini bukan orang baru di bidang pelayaran.


Pada kesempatan yang sama juga, Plt Dirut Djakarta Lloyd Suyoto mengatakan bahwa PT. Djakarta Lloyd harus berjaya kembali. Pasalnya, ia tidak menginginkan DL terpuruk lagi, sehingga pendapatan DL harus digenjot lebih kuat lagi agar DL bisa berkembang dan berekspansi dalam menjalankan bisnisnya.


“Kalau disini, baru masuk September banyak sekali masalah karyawan. Terutama ngurusin pensiunan. Saya harapkan Bapak-bapak lebih mendalami, kita dititipkan amanah di DL yang sudah hidup harus tambah hidup. Kalau kita tidak berusaha lebih baik, nanti kita akan kembali ke arah yang dahulu. Kita persiapkan tax amnesty dan PKPU, juga kita harus genjot laba kita,” pungkasnya.


(Sumber: www.laporannews.com)