Djakartalloyd Sekarang

Uraian Singkat Kondisi Djakarta lloyd

66 Tahun bukan waktu yang singkat bagi PT Djakartalloyd (Persero) menjalankan usaha, perusahaan saat ini fokus pada pasar Breakbulk dan Oil and Gas.

Odoo image and text block

Eksistensi Perusahaan

Seperti halnya bangsa Indonesia, PT DjakartaLloyd (Persero) pun telah mengalami pasang surut bersama - sama. Meskipun begitu PT. Djakarta Lloyd(Persero) akan terus berupaya mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya mewujudkan percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi Nasional. Sebagai satu-satunya perusahaan pelayaran khusus barang milik pemerintah sudah saatnya untuk mendapat perhatian dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Status Perusahaan

 

Djakarta Lloyd didirikan  di Tegal pada tanggal 18 Agustus 1950  perusahaan ini telah berberapa kali berganti status,  awalnya didirikan  sebagai NV. Djakarta Lloyd  pada tahun 1950 lalu berganti  status Pada tahun 1961  menjadi Perusahaan Negara dengan  nama PN Djakarta Lloyddan berdasarkan Peraturan  Pemerintah RepublikIndonesia No : 20 Tahun 1974  tanggal  22 April 1974  tentang  Pengalihan Bentuk  Perusahaan Negara (PN) “Djakarta Lloyd” menjadi  Perusahaan (Persero).

Sampai saat ini PT Djakarta Lloyd (Persero) masih berstatus BUMN meskipun akibat putusan Homologasi PKPU  dan Dengan keluarnya PP Nomor 126 Tahun 2015 maka para kreditur memperoleh sebagian besar saham, tetapi kepemilikan saham tersebut bersifat sementara,tidak mempunyai hak suara dan hak memperoleh deviden.Terbitnya PP Nomor 129 Tahun 2015 maka pemerintah kembali melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT Djakarta Lloyd (Persero) sehingga status perusahaan sampai saat ini adalah BUMN kembali.

Sumber Daya Manusia

 

Perusahaan melakukan program restrukturisasi pegawai untuk melakukan efisiensi dan mendapatkan komposisi pegawai yang sesuai dengan kondisi perusahaan yang sudah tidak beroperasi sama sekali.Dampak dari restrukturisasi pegawai adalah perusahaan melakukan PHK kepada sedikitnya 700 pegawai.
Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, PT Djakarta lloyd (Persero) telah melakukan pembayaran kewajiban kepada Ex-karyawan sejak  tahun 2014 sampai dengan  akhir tahun 2016 kewajiban sudah dapat terpenuhi secara keseluruhan.  Adapun Nilai pesangon terhutang pada akhir 2013 sebesar Rp. 65,7 Milyar. Manajemen PT Djakarta Lloyd (Persero) telah berhasil mencicil lunas seluruh hutang pesangon dan pensiun sebesar sampai Desember 2016.
Odoo image and text block

Profil Sumber Daya Manusia
Sebagai gambaran, jumlah karyawan yang dimiliki Perusahaan per tanggal 31 Desember 2015 melalui profil dan komposisi berdasarkan level organisasi, pendidikan, status karyawan, usia,dan gender adalah sebagai berikut:


Karyawan PT Djakarta Lloyd (Persero) seluruhnya memiliki 66 orang karyawan. Diantaranya jumlahkaryawan organik, kontrak maupun honorer tidak termasuk Anak Perusahaan. Jumlah karyawan organikDjakarta Lloyd pada tahun 2015 sebesar 42,42%, karyawan kontrak sebesar 45,45%, dan karyawan honorer12,12%.

Transformasi

 

Dalam perjalanan perusahan sebagai entitas bisnis yang mencari keuntungan, Perusahaan ini telah  berberapa kali berganti model bisnis. Seperti kita  ketahui pada awal perjalanannya perusahaan melakukan  bisnis pelayaran dengan mengangkut General Cargo dan penumpang  keseluruh dunia.Pada awal 1980an secara pasti mengganti model bisnis kearah pelayaran jenis kontainer sampai memasuki  era tahun 2000, lalu pada tahun 2012 akhirnya perusahan berganti statuskembali untuk menyesuaikan  kondisi perusahaan dengan bermain pada pelayaran breakbulk.

Dengan moto “bergerak lebih cepat” perusahaan harus cepat bertumbuh dan menjadi besar, untuk itu maka  pada 2015 perusahaan melakukan Transformasi usaha menjadi Logistics service provider & Shipping line.

Keuangan

 

Perusahaan dinyatakan berhasil untuk melakukan restrukturisasi keuangan,Pada awalnya perusahaan memiliki kinerja keuangan negatif, tapi sekarang sudah menjadi positif.
Perusahaan terus membuktikan kenaikan laba  seperti padatahun 2014 sebesar Rp 12 Milyar menjadi Rp 18 milyar di tahun 2015. Djakarta Lloyd berhasil bangkit dengan gabugan dari strategi haircut dan debt to equity swap. hal ini lah yang dapat meloloskan perusahaan untuk upaya penundaan kewajiban hutang.