FORGOT YOUR DETAILS?

Sambutan Direktur Utama

Tahun 2017 merupakan tahun yang menentukan bagi PT Djakarta Lloyd (Persero) di tengah perpaduan titik terang di bisnis pelayaran dan logistik dan tantangan untuk pengadaan kapal, ini adalah tahun kelima operasi kami yang pertama setelah restrukturisasi organisasi dan keuangan kami untuk memposisikan diri untuk tahap pertumbuhan berikutnya.

Inti dari usaha restrukturisasi ini adalah kepercayaan perusahaan bahwa karyawan adalah aset terpenting. Kami percaya pada investasi pada karyawan kami dan memberi mereka kesempatan untuk menyadari potensi mereka dalam organisasi. Mengendarai pada restrukturisasi, kami selanjutnya dapat menyempurnakan penerapan bakat kami untuk mengoptimalkan kemampuan kami secara efektif.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, hingga Semester I Tahun 2017 perusahaan telah dinyatakan sebagai BUMN dengan kinerja yang sangat memuaskan. Perusahaan kami berhasil bangkit dari keterpurukan dengan melakukan financial engineering, yakni; gabungan strategi haircut dan debt to equity swap.

Masa bangkitnya perusahaan diawali dengan langkah Sinergi BUMN bersama PLN dengan mendapat kontrak angkutan batubara dari PLN dengan volume 1,3juta metrik ton per tahun. Pada akhir tahun 2017 ini pun, PT Djakarta Lloyd (Persero) telah meresmikan armada kapal tunda terbarunya yang bernama KT Daya Lautan I. Armada kapal terbaru milik DL ini akan disewa kepada PT Pelindo Marine Service yaitu anak perusahaan dari PT Pelindo III (Persero) untuk jasa penyewaan kapal dengan skema Time Charter. Program Sinergi BUMN akan terus kami maksimalkan untuk dapat mengotimalisasi bisnis diantara kedua belah pihak. Selain Sinergi BUMN, Djakarta Lloyd pun akan membuka peluang bekerjasama dengan pihak swasta untuk mendukung ekonomi nasional.

Perusahaan akan terus mempersiapkan diri dengan menambah armada guna menunjang ekspansi ke berbagai angkutan. Komitmen kami adalah menjadi perusahaan pelayaran dan jasa logistik kelas dunia yang handal dan terpercaya untuk membangun ekonomi nasional.

Dreaming is the first step that you have to make. While, the act is the next step that you have to do”

 

Jakarta, 2017

 

Suyoto

Direktur Utama

TOP